Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan
berasal dari pengalaman manusia. Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah
membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan. Empirisme lahir di Inggris
dengan tiga eksponennya adalah David Hume, George Berkeley dan John Locke.
Filsafat dunia
yang kedua adalah
empirisisme yang mengajarkan
bahwa segala sesuatu dapat diketahui atau disebut
kebenaran jika dapat dialami atau melalui pengalaman. Dengan kata
lain, manusia harus
mengalami dahulu sesuatu,
baru sesuatu itu
dikatakan kebenaran. Pendiri dari
filsafat ini adalah
John Locke. Para tokoh
empirisisme lainnya adalah David
Hume, Ludwig A. Feuerbach, dll. Salah satu
tokoh empirisisme ini, Ludwig
A. Feuerbach
mengajarkan bahwa agama
itu feeling absolute
dependency (perasaan
kebergantungan
mutlak). Dari pengertian ini, dapatlah
disimpulkan bahwa hanya melalui
pengalaman, kita
baru dapat mengerti
kebenaran dan agama
identik dengan sebuah
perasaan saja,
bukan sebuah iman.
Timbulnya empirisisme
pada zaman modern
filsafat dikarenakan adanya
rasa kebimbangan terhadap sains
dan agama. tokoh-tokoh
empirisisme, diantaranya John Locke, David Hume dan Herbert Spencer.
Istilah empirisisme
diambil dari bahasa
Yunani emperia yang
berarti coba-coba
atau penglaman.
Jadi empirisisme adalah
suatu doktrin filsafat
yang menekankan
pengalaman dalam
memperoleh pengetahuan. Dalam
hal ini ada
dua teori untuk
mengetahui isi
doktrin tersebut
1.
Teori makna
2.
Teori pengetahuan
tokoh empirisme dianataranya:
1. THOMAS HOBBES
Thomas Hobbes
adalah orang pertama yang mengikuti aliran empirisme. Menurut Hobbes tidak
semua yang diamati
pada benda-benda itu
adalah nyata, yang
benar-benar nyata adalah gerak
dari bagian-bagian kecil
benda itu. Segala
yang ada ditentukan
oleh sebab yang hukumnya sesuai dengan
ilmu pasti dan ilmu alam. Dunia
suatu keseluruhan sebab-akibat,
situasi kesadaran kita
termasuk didalamnya. Filsafat
hobbesfilsafat hobbes
mewujdkan suatu sistem
yang lengkap mengenai
keterangan tentang yang
ada secara mekanis. Ia
juga adalah seorang materialis yang pertama dalam filsafat moderen
dibidang ajaran tentang yang ada dan seorang naturalis di bidang antropologi,
serta seorang absollutis di bidang ajaran tentang negara.
Materiailis yang
dianut hobbes adalah
bahwa segala yang
ada bersifat bendawi yaitu segala sesuatu yang tidak
bergantung pada gagasan kita. Dengan demikian pengertian subtansi di ubah
menjadi suatu teori aktualitas.
Ajaran Hobbes
tentang negara adalah semua tabiatnya manusia adalah sama. Dalam
keadaan yang
alamiah setiaap manusia ingin maempertahankan kebebasannya
dan ingin menguasai orang
lain, dan itu
di bahas dalam
bukuyang membahas tentang lefiatan
dan liliatan dengan konsepnya manusia adalah homo homini lupus
(monster-monster kecil yang saling
memakan satu sama
lain)tomas juga seorang
empris yang mengagumi
metode matematika sebagai hasil dari teori murni.
2. JOHN LOCKE
Sebelum kami
menjeleskan empirisisme menurut
Jonh Locke pertama-tama
kami membicarakan tentang biografi beliau. Dia adalah seorang filosof
yang berasal dari Inggris, ia lahir di
Wrington, Somersethire, pada tahun 1632.
Di tahun 1647-1652 ia mengenyam studinya di
Westiminster. Dan tahun
ini juga ia
melanjutkan studinya di
Universitas Oxford ,
mempelajari agama kresten. John Locke merasa
menerima keraguan sementara
yang diajarkan oleh
Descartes sehingga ia menolak
metode deduktif Drscartes
menggantikannya dengan generalisasi berdasarkan pengalaman. Ia hanya
menerima pemikirn metematis yang pasti dan penarikan dengan cara metode
induksi.
Salah satu
bukunya John Locke yang berjudul, essay concerning human undestanding
(1689), tentang semua
penagalaman datang dari
pengalaman (Solomon:108). Dia megatakan bahwa tidak ada ide yang
diturunkan seperti yang dikatakan Plato. Dengan kata lain dia menolak innate
idea atau ide bawaan. Menurut beliau
tidak ada innate (bawaan) di dunia ini, sebagaimana pendapatnya:
1. Dari
jalan masuknya pengetahuan kita mengetahui bahwa
bahwa innate itu
tidak ada.telah. paradikma umum
telah menagatakan bahwa
innate itu ada. Ia itu
seperti distempelkan pada jiwa manusia, dan jiwa membawanya ke dunia ini.
Kenyataanya telah cukup menjelaskan pada kita bagaimana pengetahuan itu datang,
yaki melalui daya-daya yang alamiahtanpa bantuan kasan-kasan bawaan, dan
kita sampai pada keyakinan tanpa suatu
paengaertian asli.
2. persetujuan
umum adalah argumen
yang terkuat. Tidak
ada sesuatu yang
dapat disetujui oleh umum tentang adanya innate idea itu sebagai suatu
daya yang inhern. Argumen ini ditarik dari persetujuan umum. Bagaimana kita
nengatakan innate idea itu ada padahal umum tidak mengakui keberadaanya.
3. Persetujuan umum membuktikan tidak adanya
innate idea.
4. Apa
innate idea itu
sebenarnya tidaklah mungkin diakui
dan sekaligus juga
tidak diakui adanya. Bukti-bukti
yang mengatakan ada innate
idea justru saya
jadikan alasan untuk mengatakan ia tidak ada.
5. Tidak
juga dicetakkan (distempelkan)
pad jiwa
sebab pada idiot, idea yang
innate itu tidak ada. Padahal anak normal dan anak idiot sama-sama
berfikir.
John Locke, sebagai tokoh paling awal
dalam urutan empirisme Inggris, merupakan sosok
yang paling konservatif
dan kurang menusuk dalam melesatkan pertanyaan
keras empirisme. Namun dengan
jelas dia menyatakan
peran empirisme akan
tiba dalam perkembangan filsafat
di masa yang akan datang. Katanya, ada "Pembangun tertinggi yang rancangan
terbesarnya dalam memajukan ilmu pengetahuan akan meninggalkan monumen abadi
untuk penghargaan terhadap generasi selanjutnya". Namun dia menambahkan,
Cukup merupakan ambisi bekerja
sebagai buruh rendahan
membersihkan tanah sedikit, menghilangkan sampah-sampah yang mengotori jalan pengetahuan." Dalam perkataannya
yang berbau ramalan itu Locke melihat cakrawala filsafat masa depan. Itu akan
benar-benar menjadi persoalan bahwa dua pertanyaan penganut empirisme akan
menyebabkan keraguan besar pada bangunan
sistem filsafat besar, sehingga
akan tiba waktunya di mana
tak ada lagi pembangun
terkuat dalam filsafat.
Saat ini sudah
tidak ada pembangun
filsafat tertinggi.
Peta filosuf
juga seperti yang
diramalkan Locke: sebagai
buruh rendahan, membersihkan tanah,
mengambil sampah. Sampah
apa yang diambil
para filsuf? Tentu saja, sampah rasionalistik seperti
tulisan-mlism Plato, Saint Thomas ,
dan Descartes. Tetapi buat apa ada buruh rendahan yang membersihkan tanah, jika
tidak ada yang dibangun, dan tidak
ada Pembangun tertinggi?
Penganut empirisme tidak
memiliki iawaban atas pertanyaan ini
kecuali merasa senang
sekali dapat menemukan
sampah dan menghilangkannya.
Kritik
Keras atas Teori Ide
Innate. Sampah pertama yang dibersihkan
John Locke adalah sampah yang
diciptakan Descartes sendiri: Teori
Ide Innate atau bawaan.
Teori ini menekankan bahwa ide atau pikir yang jelas dan
jernih serta terbukti merupakan
bawaan, yakni bahwa ide
ini "lahir bersama
kita". Seperti dikatakan Descartes, ide
ini : tercetak pada
jiwa kita. Contoh
ide bawaan adalah
ide benda, sebab-akiba,
Tuhan, dan prinsip logika.
Pernyataan kritik
keras Locke terlihat
jelas dalam pertanyan
"Bagaimana Anda
tahu?" Data pengalaman,
pengamatan indra, dan
bukti empiris apa
yang bisa Anda kemukakan untuk mendukung pertanyaan
ini? Bisakah Anda tunjukkan dengan merujuk pada data
bahwa semua manusia, sejak
lahir, memiliki ide ini? Yang
jelas banyak orang yang
tidak memiliki ide
Ketuhanan atau logika
sejak dilahirkan. Apakah
Anda berpendapat, seperti yang
dilakukan Descartes, bahwa
dengan ide bawaan
atau ide seseorang dapat melihat
dengan benar pada saat dia dididik untuk
memahaminya? Tetapi kenyataan bahwa
manusia bisa belajar memahami ide
seperti itu bukan berarti ide demikian
haruslah bersama manusia,
atau merupakan bawaan
dalam diri manusia,
namun hanyalah bahwa manusia itu rasional dan mampu berpikir. Oleh karena
itu, kata Locke, teori
ide innate atau
bawaan merupakan sampah tak berharga. Akal pikiran bukanlah lemari
yang diisi pada saat lahir dengan ide innate seperti itu. Akal
pikiran merupakan lemari
kosong. Dengan mengubah
metaforanya, Locke
berpendapat bahwa akal
pikiran merupakan lembaran
kosong, kertas putih
kosong pengalaman akan menulis
di dalamnya, dan
yang ditulis pengalaman
inilah yang bisa diketahui akal pikiran.
Teori Pengetahuan
Locke. Dari sudut
pandang Locke, semua
ide pemikiran kita hanya
memiliki satu .sumber
dan itu adalah
pengalaman. Lalu apa
teori pengetahuan Locke?
Sasarannya adalah untuk menunjukkan bahwa asal-mula pengetahuan kita ada pada
pengalaman indra kita, melalui
gambaran penerimaan akal
yang dibuat oleh
obyek dari luar. Satu-satunya
sumber lain pengetahuan adalah refleksi kita terhadap pengalaman indra,
seperti berpikir, ragu,
dan yakin. Locke
mengambil-alih pandangan Descartes
atas ide sebagai segala sesuatu
yang disadari, dipikirkan oleh akalku, segala obyek pemikiran.
Locke juga mengambilalih subyektivisme Descartes, pandangan
bahwa apa yang paling
aku ketahui adalah
akalku sendiri dan
ide yang ada
di dalamnya. Jadi
di sini kita memasuki
empkisme, persoalan yang melekat
pada subyektivisme yang
kita dapati pada Descartes: jurang
pemisah atau jarak
antara akal pikiranku
bersama ide di
dalamnya dengan obyek jasmaniah dan manusia di mana ide pikiranku
merujuk di luar diriku, berada di
alam sosial dan
fisik. Bagaimana aku
mengeta-huinya jika aku
telah terpaku untuk mengetahui kepastian
hanya dengan ide
pikiranku? Bagaimana aku
bisa memiliki pengetahuan sejati menge-nai obyek,
sementara obyek itu
sendiri terbebas dari
akalku di dunia ini?
Descartes telah
merumuskan jawaban atas
persoalan ini dengan
teorinya bahwa
kejelasan dan
kejernihan ide rasionalku
itu benar, karena
Tuhan menjaminnya. (Tuhan dijamin keberadaan-Nya oleh
kejelasan dan kejernihan
pikirku. Ini adalah
lingkaran Cartesian). Oleh karena
itu, Descartes berpendapat, aku bisa
tahu bahwa benda jasmaniah
itu ada dan bahwa benda-benda itu
tersebut memiliki sifat-sifat
esensialnya, sama seperti sifat-sifat yang
aku punya dalam
kejelasan dan kejernihan
pikirku atas benda-benda tersebut, sifat
yang berkembang ruangnya
dan mampu bergerak.
Di lain pihak,
ide pemikiranku tentang sifat yang bisa dirasa, semisal warna, bunyi, tekstur, dan
rasa bukan berada pada obyek
fisiknya tetapi ada
padaku, hasil dari
interaksi antaM bbyek
fisik tersebut dengan organ
pengindraanku. Sifat-sifat atati
'feualitas esensialnya secara matematis bisa dihitung, seperti panjang, ketinggian, dan jarak,
serta berguna untuk ilmu mekanik
matematis.
Locke mengambilalih
ide Descartes mengenai
zat fisik, yang
menyusun pembedaan antara sifat atau kualitas primer dan sekunder serta
menciptakan permasalahan yang
benar-benar meresahkan. Sebagai
seorang penganut empirisme,
Locke hanya bisa tahu mengenai apa yang tercipta menurut persepsi panca indra. Dia
tidak bisa menyatakan mengetahui
segala sesuatu dengan
kejelasan dan kejernihan
ide pemikiran rasional
atau dengan bantuan Tuhan. Lalu, bagaimana dia tahu bahwa zat fisik itu ada? Apa dia pernah mempunyai pengala-man
mengenai zat fisik? Bagaimana dia tahu bahwa ide pemikiran kita mengenai sifat
primer, seperti yang
dinyatakannya, termasuk dalam
obyek fisik?
Bagaimana dia
tahu bahwa sifat sekunder
"bukanlah apa-apa di dalam
obyek itu sendiri" melainkan "sensasi dalam
diri kita yang diciptakan sifat primernya?". Jadi bola penghancur empkisme
mengarah pada John Locke
sendiri dan teorinya
bahwa zat fisik
itu ada serta memiliki sifat primer yang menciptakan
kualitas sekunder dalam diri kita.
3. HARBERT
SPENCER
Filsafat harbert spencer bepusat pada teori
evolusi. Menurut Harbert Spencer segala sesuatu
yang ada di
dunia ini dapat
di ibaratkan sebuah mesin
dengan sistem-sistemnya yang dinamis.
Berkembang dari ha
seederhana berkembang menjadi
hal yang komplek inspirasi dari kuman yang bersel satu
yang merupakan awal kehidupan di bumi. Kemudian sel tersebut
berubah menjadi mahluk
yang bersel lebih
dari satu dan
ahirnya menjadi mahkluk –mahkluk
lain yang rumit
dan komplek. Dia
juga membayangka manusia dan
kehidupan sosialnya berefolusi dari hal yang sederhana menju hal yang
komplek. Kuman yang berevolusi menjadi mahluk yang
komplek merupakan kuman yang
kukat dan telah mengalahkan kkuman-kuman
yang lain. Hal
inipun terjadi dalam
kehidupan manusia. Secara alami manusia
akan bertarung satu
sama lain dan
yang kuat akan menang.
Pada zaman yang sama
di benua yang
lain seorang filosof
bernama darwin melakuakan penelitian-penelitian tentang
mahluk hidup dan
mempunyyyai kesimpulan yang
sama tentang efolusi. Hal inilah yang menyebabkan efolusi di terima di
setiap penjuru dinia.
4. DAVID HUMME
Dalam teori
pengenalan Humme mengajarkan
bahwa manusia tidak
membawa pengetahuan bawaan ke
dalam hidupnya. Sumber
pengetahuan adalah pengamatan. Pengamatan mmberikan
dua hal yaitu
kesan-kesan (impression) dan
pengertian – pengertian atau ide
– ide (ideas).
Humme juga
tida mengakui adanya
kausalitas atau hukum
sebab – akibat.
Pad umumnya orang berpendapat
bahwa penyimpulan soal
– soal yang
nyata tampaknya didasarkan atas
hubungan sebab –
akibat. Hubungan kausal
itu sebenarnya suatu kepercayaan belaka. Di dalam etikanya
humme membuang segala bentuk kausalitas, sebab akal hanya
dapat menunjuk kepadanya
aanya kesesuaian antara
suatu perbuatantertentu dengan de
fakto.
Pada hakikatnya
pemikiran Humme ini
bersifat analitis, kritis,
dan skeptis. Ia berpangkal
kepada keyakinan bahwa
hanya kesan –
kesanlah yang pasti,
jelas dan tidak dapat
diragukan, dari situlah
ia sampai pada
keyakinan bahwa “aku”
termasuk dunia hayalan. Berarti ,dunia
terdiri dari kesan
– kesan yang
terpisah-pisah yang dapat disusun secara objektif,
sistematis, karena tiada
hubungan sebab –
akibat diantara kesan
– kesan itu.
DAFTAR PUSTAKA
Soemargono,
Soejono, Dr., Pengantar Filsafat, Tiara Wacana Yogya, Yogyakarta ,
2004
Hadiwijoyo,
Hani, Dr., Sari Sejarah Filsafat Barat 2, Komisius, cetakan 21, Yogyakarta ,
2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar